journal de 'SHE'

‘HBL’

In Catatan harian SHE on 23/04/2011 at 9:37 pm

“Iya, lo tuh kenapa sih She?

“She ga suka laki-laki. Dia ga butuh laki-laki. Dia hanya butuh map buat nuntun dia jalan. Itu juga sudah cukup”

“Kayaknya dia trauma, makanya dia benci banget sama yang namanya laki-laki..”

 “Semua laki-laki itu brengsek di mata She”.

_____________

Tidak, ini hanya masalah bagaimana aku selalu mengorientasikan akalku secara rasional, memandang segala sesuatunya selogis mungkin. Ini hanya masalah mengapa perempuan selalu jadi korban opresi seorang laki-laki. Bukan sengaja membuat masalah atau sekedar cari sensasi. Ini masalah prinsip. Prinsip untuk tidak disakiti lagi, untuk membentengi seluruh raga dan rasaku dari apapun yang bisa menumpulkan otak kiriku, juga dari semua yang bisa merangsang perasaanku hingga mengoyak kelenjar air mataku yang mungkin persediaan air mata di dalamnya hanya cukup untuk menangis dua kali lagi aku rasa.

Aku. She. Seorang perempuan yang masih punya hati nurani. Walaupun kata orang aku dingin. Walaupun rumput kering yang selalu ku injak dan matahari pagi yang hampir tidak pernah kusapa menganggapku Si Pongah yang Kesepian. Aku tetap seorang She. Perempuan yang  terperangkap pada pola pikir rasionalistis seorang laki-laki. Simpel. Tidak rumit. Dan satu kata sifat lagi yang cukup mendeskripsikan aku- mandiri.

Beberapa orang tahu mengapa aku memilih untuk sendiri, walaupun kadang mereka cenderung sok tahu. Lesbi kali! Ahaha..anehnya aku tidak pernah keberatan dengan tudingan seperti itu. Kalau aku boleh bocorkan sedikit rahasiaku, aku memang lebih suka memandangi perempuan-perempuan cantik daripada laki-laki tampan, tapi hanya sampai di situ saja kok. Kalau ada yang menyebutku angkuh, ya, mungkin, bisa saja, tidak salah juga. Apapun itu, satu hal yang perlu aku garis bawahi di sini adalah bahwa aku juga perempuan yang masih haus akan belaian laki-laki (kalau kata anak-anak muda jaman sekarang- entah konteks ‘sekarang’ di sini mulai periode tahun berapa hingga berapa- ‘HBL’). Dan perlu ditambah lagi dengan huruf Italic, hanya haus akan belaian laki-laki yang sepenuhnya bisa menghargai nilai-nilai seorang perempuan. Itu saja.

____________________

Bandung, 2005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s