journal de 'SHE'

Sesudah hujan, Harry datang..

In Catatan harian SHE on 23/04/2011 at 12:21 pm

Pukul 09.45, udara di luar terasa begitu sejuk. Mungkin karena semalaman hujan terus menari bergelap-gelapan. Aku suka melihat pemandangan di luar sana, begitu tenang. Ruang kelasku memang terletak di lantai 4, lantai tertinggi di gedung fakultasku. Aku bisa menikmati setiap gerakan tubuh kupu-kupu di pucuk pohon ketapang. Menghirup bau sirap yang bisa kusentuh dengan mudahnya. Dari jendela sini aku dapat melihat dengan jelas isi ruang kelas di gedung lain, menarik! Mereka sama sekali tidak sadar jika ada sepasang mata sembab sedang mengamati apa yang mereka kerjakan, mencoba menebak mengapa mereka tersenyum, lalu apa yang membuat mereka terbahak, tanpa mereka sadari akan keberadaanku di seberang gedung sini.

Aku memang tidak sendiri dalam ruang kelasku. Aku sedang kuliah, sedang mendengarkan ocehan dosenku yang membosankan. Ia sepertinya tidak pernah sadar kalau mahasiswanya tidak pernah benar-benar memperhatikan kuliahnya. Bukannya kami tidak mau, tapi dia tidak memaksa. Dia juga terlihat tidak peduli kami memdengarkan atau tidak. Jadi jangan salahkan jika teman-temanku sibuk bergosip di belakang sana. Jangan heran pula kalau terlihat lebih banyak yang menggambar di kertas daripada yang melihat ke depan kelas. Beberapa tidur. Yang lain sibuk dengan laptopnya. Aku. She. Lebih memilih tuk diam sejenak. Duduk dekat jendela, membiarkan rambutku dibelai angin lembut hingga ke leher. Oh belaian itu, aku rindu. Sudah lama tangan hangatnya tak menyentuh kepalaku, belai halus mahkkotaku. Aku rindu Harry. Selalu rindau cara dia menatapku, menyentuhkan bibirnya di keningku, lalu ke mataku, dan perlahan mengambil perawan bibirku. Aku rindu senyum Harry jika aku sedang menggerutu. Aku rindu tawa Harry saat dia melihat mulutku yang belepotan es krim. Aku rindu dekap Harry ketika aku takut sendiri. Aku rindu saat kita bertengkar, aku yang selalu ngedumel dan dia yang selalu bias membuatku berhenti menangis. Aku rindu saat-aat kita bersenda gurau. Aku yang melucu dan dia hanya tertawa. Harry memang tidak terlalu pandai berkelakar, tapi dia selalu punya cara membuatku merasa nyaman, tidak pernah lupa, dan selalu rindu padanya.

Harry. Bagaimana kabarnya sekarang? Masih mengkhianati perempuan-perempuannyakah? Atau sedang sibuk bermain dengan peremapuan lainnya? Sebenarnya dia anak baik. Hanya saja dia belum cukup dewasa untuk seusianya. Masih ingin bermain, terus mencari bunga yang paling ranum untuk dihisap madunya. Kau tahu Harry? Aku selalu mengkhawatirkanmu. Aku takut ketika kau lelah terbang dan bermain, ketika kau ingin menetap di satu bunga saja, sudah tidak ada lagi mahkota-mahkota yang sudi menerima rapuh tubuhmu. Aku takut bunga-bunga itu menguncup karena tahu siapa kau dulu. Berhentilah Harry! Sebelum semua rumput meminta bunga-bunga di atasnya tuk layu saja, gugurkan mahkotanya, meminta mereka tuk jadi humus saja.

Lihat aku, Harry. Kini aku mulai belajar tuk merendah. Memelankan sayap-sayapku yang mulai rapuh. Bau tanah itu menyenangkan, Harry. Disini pun terasa lebih hangat, lebih banyak teman, nyaman. Kau pasti bosan di atas sana. Anginnya sangat dingin bukan? Tak ingin turunkah? Ada aku, Harry. Perempuan yang pernah menemanimu terbang dan bermain di atas sana. Perempuan yang pernah begitu saying padamu, yang bahkan sudi menjadi perempuanmu yang kedua. Pulanglah, Harry. Aku rindu.

Sepertinya dosen tua itu juga sangat rindu dengan kami. Sudah hampir dua jam dia di depan sana, tapi tetap saja mengoceh, seperti enggan meninggalkan kami bernapas lega di ruang kelas ini. Masih ada pertemuan minggu depan wahai lelaki tua, berhenti sajalah! Kami benar-benar sudah tidak kuat. Penat.

______________________________________________

Bandung, 26.11.08

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s