journal de 'SHE'

Lelaki itu bernama Harry

In Catatan harian SHE on 09/05/2011 at 5:48 pm

Maafkan kekasih tercinta

Maafkan ku tak bisa lagi

Maafkan kekasih tercinta

Tak akan ada kisah lagi

Meskipun terasa manis tetapi harus kita akhiri

Meskipun terasa indah

Selingkuh tak membawa bahagia

 

Malam yang dingin. Hanya ditemani musik dari komputer yang sudah kunyalakan sejak tadi pagi. Seperti biasa, sendiri, sambil mengerjakan tugas. Lagu yang indah. Lirik yang membuatku teringat seseorang..

Apa yang membuat dia berselingkuh dari pasangannya?

_______________

“Mungkin dia lagi bosan sama pacarnya”, celetuk salah satu teman kelas ku. Waktu itu mereka memang sedang membahas tentang perselingkuhan. Mungkin gara-gara kebanyakan nonton infotainment.

“Emang cowoknya aja yang brengsek! Kalo emang udah bosan, putusin aja ceweknya, terus cari cewek lain lagi deh! Jangan nge-dua-in kayak gitu dong! Mana ada perempuan yang mau dimadu?!!”, salah satu temanku yang lain ikut menimpali.

Melihat mereka berdebat aku hanya terdiam. Berpikir. Siapa yang benar? Menurutku keduanya tidak salah.

“Bukan, itu cuma ego dari laki-laki. Kalau mereka bisa mendapatkan dua atau tiga perempuan, kenapa mesti satu? Ya ga?”, kata senior kami yang juga asisten dosen kuliah saat itu sekaligus mengakhiri perdebatan kami dan membuka kuliah dalam kelas.

_______________

Benar-benar malam yang dingin. Membuatku ingin tidur. Lelah. Mata terasa sangat berat, sudah dua malam ini aku selalu tidur jam tiga pagi. Mengerjakan tugas yang tak pernah ada habisnya. Tapi mengapa lirik lagu tadi masih terngiang di kepalaku? Padahal komputer sudah kumatikan.

Ah..sosok itu, orang di masa lalu. Harry. Dia berselingkuh. Menduakan kekasihnya. Sejak empat bulan hari jadian mereka hingga genap tiga tahun mereka menjalin kasih. Selama itu pula ia khianati cinta perempuannya. Perempuan yang entah memang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu kalau laki-laki yang kerap berkata sayang dan menciumi bibirnya telah berselingkuh. Memberi sayang dan ciuman itu kepada perempuan lain.

Sungguh Harry, apa yang sebenarnya ada dalam benakmu? Perempuanmu cantik. Pintar kau memilihnya. Apa yang kurang? Kurang baikkah? Lalu mengapa tak kau putuskan saja? Cari yang lebih baik. Kalau beruntung sekalian yang lebih cantik juga. Lengkap sudah. Atau kurang cerdas? Kau akan menyesal jika suatu saat menyadari bahwa perempuanmu memiliki point IQ tiga angka lebih tinggi darimu. Tidak perlu terlalu cerdas. Toh kaupun tidak begitu mahir di bidang akademis bukan? Lalu apa yang membuatmu berselingkuh? Hidup ini pilihan Harry. Kau harus memilih satu. Karena setiap orang memiliki bagiannya masing-masing. Memang jumlah perempuan di dunia ini jauh lebih banyak daripada laki-laki, tapi itu bukan alasan untukmu berselingkuh.

_______________

“Aku sayang kamu she..”, dengan lembut kata-kata itu keluar dari sepasang bibir yang baru saja meninggalkan bau asap rokok di bibirku dan entah di bibir perempuan mana lagi. Busuk! Kata-kata yang terlalu mudah untuk diucap. Semua laki-laki bisa bilang begitu. Semua itu hanya di mulut kan?! Sedang hatimu? Pikiranmu? Jiwamu? Entah semua itu kau kemanakan. Dan hingga detik ini, aku selalu berusaha membuang rasa percayaku padamu.

“Kenapa aku harus kenal kamu?! Kenapa kamu harus datang di kehidupan aku Ry?!”

“She..”

“Kenapa sih kamu ga pernah nyerah?! Padahal aku selalu bilang ngga! Kita ga bisa kayak gini! Kamu milik orang lain Ry. Aku salah kalau ngebiarin perasaan sayang ini tumbuh”

“She..dengerin aku dulu. Aku tahu ini salah. Aku yang salah..”

“Iya..!! Kamu yang salah!!”

“She, aku minta maaf, berjuta-juta maaf. Ini pasti buat kamu bosan dan capek. Aku sedih ngeliat keadaan kita kayak gini. Tapi aku juga bener-bener ga tau harus gimana, She..”

Aku menangis. Hatiku menjerit menyuruhnya segera enyah dari hadapku. Semua terasa begitu menyakitkan. Perih. Bagaimanapun aku mencoba menghapus air mata ini, tapi rasanya tidak bisa. Kepala ku mulai sakit. Napas ku mulai menipis.

“Aku emang brengsek! Aku udah nyakitin perasaan kamu. Tapi kalau aku masih boleh jawab, kita ambil saja arti positif dari pertemuan kita dan semua keadaan tentang kita ini, She.. Mungkin Tuhan ngebiarin kita ketemu supaya kamu bisa tau apa rasa sayang itu, walaupun aku tau bahwa cara kita ini salah. Maaf kalau aku lancang, tapi setidaknya biarkanlah hal ini menjadi jawaban dari kisah kita..”

“Sekali lagi aku minta maaf She, maaf kalau udah ngeganggu, ngebayangin, dan nyakitin kamu. Walau ga ada jalan keluar dan akhir bahagia buat kita seperti yang pernah kamu bilang, tapi semua ini terjadi karena aku sayang sama kamu.. ”

Dan aku benci ketika harus mendengar kata sayang keluar dari bibir Harry. Aku benci jika harus mengalah. Aku benci ketika air mata ini harus kembali dan terus menetes. Aku benci ketika tubuh ini seakan tak berdaya dan terjatuh tepat dipelukannya. Aku tidak ingin percaya. Aku benci untuk percaya. Aku benci karena aku tidak sanggup untuk membenci. Tapi aku sayang dia. Sangat sayang. Oh..aku lemah. Aku kalah. Kali ini aku benar-benar kalah. Otakku membeku, aliran darahku terpusat pada hatiku, perasaanku, naluri keperempuananku. Aku sayang kamu Ry. Seandainya kamu tahu itu. Lalu bagaimana dengan perempuanmu? Aku juga perempuan. Aku tidak ingin laki-lakiku membagi sayang dan ciumannya untuk perempuan lain. Aku ingin menjadi tunggal di hatimu Ry. Esa yang abadi.

“Pulanglah Ry. Aku capek, aku ingin tidur”.

“Ya sudah, kamu jangan sedih lagi ya. Jangan nangis. Janji? Aku sayang kamu She..” ucapnya seraya meninggalkan satu kecupan hangat yang selalu saja bisa membuat aku, seorang She, luluh.

“Iya.”

Aku juga sayang kamu Ry, sangat sayang…

 

Malam terasa semakin dingin, selimut pun kutarik menutupi seluruh ragaku. Tapi tetap saja tidak membuatku merasa hangat, tetap gelisah. Ingatan tentang Harry mengajak angin malam menjilati tulang-tulangku. Mengiris kelenjar air mataku, terisak. Kembali menangis seperti aku menangis ketika itu, bedanya kali ini aku sendiri tanpa Harry, tanpa lengan dan tubuh hangat yang sanggup mendekapku dan membuatku terlelap tanpa ingin terbangun lagi. Sosok laki-laki yang tidak pernah berhenti membawa kejutan dalam hari-hariku, kejutan yang sudah dia berikan sejak pertama kita bertatap mata di depan pintu rumahku.

_______________

“Hai She…” sebuah suara laki-laki tiba-tiba menyapa dan membuat jantung ini berhenti sejenak.

“….” diamku heran. Mengapa sosok yang pernah ku kagumi 3 tahun lalu kini bisa berdiri tepat di depanku? Mata yang dulu bahkan tidak pernah melirikku kini sedang menatap hangat padaku. Sepasang bibir tipis yang ketika itu hampir tidak pernah tersenyum, sekarang menyebut fasih namaku, ramah.

“She? Gw Harry” ucapnya lembut sambil menyodorkan tangannya.

“She..” balasku singkat.

_______________

Bandung, 2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: